Bernyanyi ? untuk sebagian orang, aktivitas ini mungkin merupakan suatu hal yang membosankan. Tetapi untuk anak-anak, bernyanyi adalah kegiatan menyenangkan yang dapat meningkatkan keceriaan hari-hari mereka. Masih lekat di ingatan saya bagaimana saat duduk di TK menghafal berbagai jenis lagu anak-anak. Tak hanya itu, saya pun turut mengoleksi beberapa kaset yang dikeluarkan oleh penyanyi-penyanyi cilik. Meski terkadang, saya tidak tahu siapa pencipta lagunya, tetapi dengan menyanyikan lagu-lagu itu saya merasa berada di dalam dunia yang sangat menyenangkan.
Saya teringat pada seorang pencipta lagu anak-anak yang terkenal, Bapak AT.Mahmud. Ratusan lagu anak-anak tercipta dari tangannya, sebut saja lihat kebunku yang menggambarkan keindahan bunga-bunga, naik-naik ke puncak gunung yang merupakan lagu wajib saya dan keluarga saat melewati kawasan puncak hingga pelangi-pelangi yang melukiskan keindahan ciptaan Tuhan. Belum lagi, lagu bintang kejora, paman datang, anak gembala dan masih banyak lagu anak-anak lainnya yang merupakan aset berharga dari khasanah musik anak-anak Indonesia.
Miris rasanya melihat anak-anak kecil zaman sekarang yang tidak kenal dengan lagu-lagu itu. Bahkan terkadang mereka malah bertanya, “itu lagu apa ? lagu ga terkenal ya ?” astagaa.. lagu itu begitu terkenal di masa saya kecil dulu dan seharusnya tetap terus terkenal sampai masa kecil kalian. Ya, saya akui, band, boyband dan girlband itu berhasil meracuni pikiran anak-anak Indonesia dengan lagu-lagu mereka. Betapa tidak, anak-anak yang mungkin berumur kisaran TK hingga SD itu begitu fasih menyanyikan lagu-lagu yang bertemakan cinta dan patah hati, tanpa mereka tahu apa maknanya. Padahal, tak ada yang dapat mereka pelajari dari menghafal lagu-lagu orang dewasa tersebut. Berbeda dengan lagu anak-anak yang memiliki nilai pendidikan, kata-kata yang sederhana, mudah dihafal dan juga tersimpan makna begitu besar didalamnya.
Kalau sudah begini, siapa yang harus disalahkan? orang tua? industri musik? atau lingkungan? Lelah rasanya mencari sumber dari permasalahan ini.. Saya hanya ingin memperlihatkan betapa tepuruknya lagu anak-anak Indonesia di rumahnya sendiri.
Sonny Ferdinand, anak berumur 4 tahun, yang sangat fasih menyanyikan lagu boyband sm*sh yang berjudul I Heart U
Bahkan, lagu orang dewasa pun dibawakan di lomba menyanyi anak-anak
Satu lagi, anak perempuan yang menyanyikan lagu girlband Cherrybelle yang sedikit liriknya berbunyi ‘Namun aku juga wanita yang ingin merasakan cinta..’
Apa pendapat kalian melihat itu semua?
Yah, Semoga hal ini dapat dijadikan renungan agar kita lebih mencintai mereka dengan dengan cara yang semestinya.


1 komentar:
Mungkin karena lagu-lagu ciptaan untuk anak-anak sangat mudah beredar atau dibajak saat ini sehingga pencipta lagu enggan berkarya bukan seperti jaman dulu
Posting Komentar