Kata orang, masa kecil adalah masa yang paling bahagia. Disaat semua perhatian tercurah kepada kita. Saat semua permintaan pasti dituruti dan juga saat hidup terasa seperti tidak ada beban. Tapi terkadang, orang dewasa pun membuat bingung kaum anak-anak. Tak jarang kita melihat seorang ibu yang melarang anaknya menikmati sebuah eskrim karena khawatir batuk, yang melarang anaknya untuk bermain keluar rumah karena khawatir terjatuh ataupun orang tua yang menitipkan anaknya ke babysitter sehingga anak kandungnya menjadi lebih dekat dengan nany nya. Kalau saja, saat itu anak-anak sudah dapat berpendapat, mungkin mereka akan berteriak sambil bilang "mamaa.. aku anakmu. aku butuh perhatian. dari seorang ibu maa.. bukan pembantu." atau "mamaa.. aku jangan terus-terusan dilarang karena saat aku mencoba suatu hal, saat itu juga aku belajar.."
Yah, ironis memang.. saat zaman sudah berubah, hak-hak mereka sebagai seorang anak malah terkesan terpinggirkan.
Sobur (1988), mengartikan anak sebagai orang yang mempunyai pikiran, perasaan, sikap dan minat berbeda dengan orang dewasa dengan segala keterbatasan. Sedangkan Haditono (dalam Damayanti, 1992), berpendapat bahwa anak merupakan makhluk yang membutuhkan pemeliharaan, kasih sayang dan tempat bagi perkembangannya. Selain itu anak merupakan bagian dari keluarga dan keluarga memberi kesempatan bagi anak untuk belajar tingkah laku yang penting untuk perkembangannya dalam kehidupan bersama. http://www.duniapsikologi.com/pengertian-anak-sebagai-makhluk-sosial/
Dari definisi diatas, terlihat bahwa anak merupakan sosok yang membutuhkan kasih sayang dari keluarganya, terlebih Ibu, yang harus diarahkan sesuai minat dan keinginannya agar nantinya dapat menjadi seorang yang berguna bagi dirinya sendiri, keluarga, ataupun orang lain...


0 komentar:
Posting Komentar